Rangkaian listrik merupakan salah satu materi yang dipelajari oleh mahasiswa fisika. Salah satu materi penting pada rangkaian listrik yaitu metode analisis rangkaian. Metode analisis rangkaian merupakan salah satu alat bantu untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul dalam menganalisis suatu rangkaian bilamana konsep dasar seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff tidak dapat menyelesaikan permasalahan dalam rangkaian tersebut. Ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu analisis node, analisis mesh, dan analisis arus cabang.
Analisis node adalah suatu teknik analisa dengan mengacu pada simpul. Simpul atau titik dari suatu komponen. Analisis mesh adalah suatu analisa yang dapat dipakai hanya pada rangkaian-rangkaian yang terletak dalam satu bidang. Sedangkan analisa arus cabang adalah salah satu analisa rangkaian bila rangkaian terdiri dari dua atau lebih sumber (Kemmerly, 2015).
Namun kita belum mengetahui perbedaan perhitungan ketiga analisis tersebut agar kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal ini, maka dilakukanlah praktikum tentang analisis rangkaian.
Arus cabang didapatkan dengan menjumlahkan phasor arus mesh pada cabang. Sebagai contoh, arus yang mengalir pada impedansi Z. pada Gambar 4.1 adalah (I1-I2). Metode analisis arus mesh disebut teorema Maxwell (Iswandi, 2008).
Node atau titik simpul adalah titik pertemuan dari dua atau lebih elemen rangkaian. Junction atau titik simpul utama atau titik percabangan adalah titik pertemuan dari tiga atau lebih elemen rangkaian.
Jumlah node = 5 yaitu : a, b, c, d, e = f = g= h.
Jumlah junction = 3 yaitu : b, c, e = f =g = h.
Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff 1/KCL dimana jumlah arus yang masuk dan keluar dari titik percabangan akan samadengan nol, dimana tegangan merupakan parameter yang tidak diketahui atau analisis node lebih mudah jika pencatuannya semua adalah sumber arus. Analisis ini dapat diterapkan pada sumber searah (DC) maupun sumber bolak-balik (AC) (Ramdhani, 2015).
Arus cabang adalah arus yang benar-benar ada (dapat diukur) yang mengalir pada suatu cabang. Artinya arus cabang adalah arus yang sebenarnya mengalir pada pecabangan tersebut adapun ciri-ciri arus cabang yaitu:
(Zahra, 2007).
Alat dan bahan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Alat dan Bahan Percobaan Analisis Rangkaian
| No | Alat dan Bahan | Fungsi |
| 1 | Kabel Jumper | Sebagai penghubung antara rangkaian dengan power supply |
| 2 | Project Board | Sebagai tempat merangkai komponen elektronika |
| 3 | Power Supply | Sebagai sumber tegangan |
| 4 | Resistor | Sebagai penghambat arus listrik |
| 5 | Satu unit komputer | Untuk mengoperasikan software EWB |
| 6 | Software EWB | Untuk merancang rangkaian-rangkaian elektronika |
Prosedur kerja pada percobaan analisis rangkaian yaitu.
Prosedur kerja pada analisis arus cabang adalah sebagai berikut.
Prosedur kerja pada analisis Mesh adalah sebagai berikut.
Prosedur kerja pada analisis node sebagai berikut.
Data pengamatan pada praktikum ini adalah.
Data pengamatan pada analisis arus cabang dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Data Pengamatan Analisis Arus Cabang
| Nilai Resistor | Hasil pengukuran arus | |
| Manual | EWB | |
| R1 = 10 Ω | 100 mA | 100 mA |
| R1 = 10 Ω | 100 mA | 100 mA |
| R1 = 10 Ω | 200 mA | 200 mA |
Hasil pengamatan analisis mesh dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Analisis Mesh
| Nilai Resistor | Hasil pengukuran arus | |
| Manual | EWB | |
| R1 = 10 Ω | 0,00000777A | 7,777 µA |
| R1 = 220 Ω | -0,000353503 A | 353,5 µA |
| R1 = 35 kΩ | 0,000361273 A | 361,3 µA |
Hasil pengamatan analisis node dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Analisis Node
| Nilai Resistor | Hasil pengukuran arus | |
| Manual | EWB | |
| R1 = 330 Ω | -0,005882353 mA | 5,879 mA |
| R1 = 10 Ω | 1,00590909 A | 1,006 A |
Komentar
Posting Komentar